Deskripsi Pekerjaan
Informasi lengkap tentang posisi dan persyaratan
Ringkasan Yukerja
Lowongan Estimator Teknik Sipil di Nirvaland kami kurasi dari Glints (kategori Magang & Fresh Graduate). Perhatikan lokasi kerja (Tembalang) sebelum melamar. Yukerja.com bukan pemberi kerja — lamaran diproses di situs sumber resmi.
Kualifikasi :
Pendidikan
Minimal D3/S1 Teknik Sipil.
Diutamakan memiliki pengalaman di bidang estimasi biaya konstruksi.
Pengalaman
Fresh graduate dipersilakan melamar (untuk level junior).
Pengalaman 1–3 tahun
Memiliki pengalaman menangani proyek gedung, perumahan, jalan, jembatan, atau infrastruktur menjadi nilai tambah.
1. Mempelajari Dokumen Proyek
Menganalisis gambar kerja (arsitektur, struktur, dan MEP).
Mempelajari spesifikasi teknis.
Memahami dokumen tender dan kontrak.
Mengidentifikasi lingkup pekerjaan (scope of work).
2. Menghitung Volume Pekerjaan (Quantity Take Off)
Menghitung volume pekerjaan berdasarkan gambar.
Membuat rekapitulasi volume setiap item pekerjaan.
Memastikan tidak ada pekerjaan yang terlewat.
Melakukan pengecekan ulang hasil perhitungan.
Contoh item:
Pekerjaan persiapan
Galian dan urugan
Pondasi
Beton bertulang
Bekisting
Pembesian
Pasangan bata
Plester dan aci
Lantai
Atap
Pengecatan
Drainase
Jalan dan paving
Finishing
3. Menyusun Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP)
Menentukan kebutuhan material.
Menghitung kebutuhan tenaga kerja.
Menghitung kebutuhan alat.
Menggunakan standar AHSP/SNI atau analisa perusahaan.
Menyesuaikan produktivitas lapangan.
4. Menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB)
Menghitung harga satuan pekerjaan.
Mengalikan volume × harga satuan.
Membuat rekap total biaya proyek.
Menghitung:
Overhead
Profit
Pajak
Cadangan risiko (contingency)
Menyusun BOQ (Bill of Quantity).
5. Survey Harga Material
Meminta penawaran (quotation) dari supplier.
Membandingkan harga beberapa vendor.
Memperbarui database harga material.
Menganalisis tren harga pasar.
6. Survey Harga Upah
Mengumpulkan data upah tenaga kerja sesuai lokasi proyek.
Menghitung produktivitas tenaga kerja.
Menyesuaikan dengan kondisi daerah.
7. Perhitungan Biaya Alat
Menghitung biaya sewa alat.
Menghitung biaya operasional alat.
Menghitung biaya mobilisasi dan demobilisasi.
Mengestimasi durasi penggunaan alat.
8. Analisa Metode Pelaksanaan
Memahami metode kerja.
Menghitung kebutuhan alat sesuai metode.
Menentukan urutan pekerjaan.
Mengidentifikasi potensi efisiensi biaya.
9. Menyusun Dokumen Tender
Menyusun RAB tender.
Menyusun BOQ.
Menyiapkan daftar harga satuan.
Menyusun klarifikasi teknis jika diperlukan.
10. Value Engineering (VE)
Mencari alternatif material.
Mencari alternatif metode kerja.
Menurunkan biaya tanpa mengurangi mutu.
Memberikan rekomendasi efisiensi.
11. Koordinasi Antar Divisi
Berkoordinasi dengan:
Tim Engineering
Tim Purchasing
Tim Proyek
Site Engineer
Project Manager
Quantity Surveyor
Vendor dan supplier
12. Monitoring Perubahan Desain
Menghitung pekerjaan tambah/kurang (Variation Order).
Memperbarui RAB jika terjadi revisi gambar.
Menghitung dampak biaya akibat perubahan desain.
13. Penyusunan Laporan
Membuat laporan seperti:
Rekap volume pekerjaan
Rekap RAB
Rekap harga material
Rekap harga upah
Rekap biaya alat
Analisa deviasi biaya
Estimasi cash flow proyek
14. Cost Control
Membandingkan RAB dengan realisasi biaya.
Menganalisis selisih (variance).
Memberikan rekomendasi penghematan.
Mengontrol anggaran proyek.
15. Update Database
Database harga material.
Database supplier.
Database upah.
Database harga alat.
Database AHSP.
Database proyek terdahulu sebagai acuan.
Tanggung Jawab Utama
Menghasilkan estimasi biaya yang akurat.
Menjamin kelengkapan item pekerjaan.
Meminimalkan risiko kekurangan anggaran.
Mendukung keberhasilan proses tender.
Memberikan informasi biaya kepada manajemen sebagai dasar pengambilan keputusan.
Kompetensi yang Dibutuhkan
Hard Skill
Menguasai pembacaan gambar kerja.
Menghitung Quantity Take Off (QTO).
Menyusun RAB dan BOQ.
Menguasai AHSP/SNI.
Menguasai Microsoft Excel (rumus, PivotTable, lookup, dan analisis data).
Mengoperasikan AutoCAD untuk membaca gambar.
Mampu menggunakan perangkat lunak estimasi (misalnya CostX, Cubicost, atau software sejenis) menjadi nilai tambah.
Memahami metode pelaksanaan konstruksi.
Memahami spesifikasi teknis material.