Deskripsi Pekerjaan
Informasi lengkap tentang posisi dan persyaratan
Ringkasan Yukerja
Lowongan Surveyor Container di PT Temas Shipping kami kurasi dari JobStreet (kategori Teknologi & IT). Perhatikan lokasi kerja (East Jakarta, Jakarta) sebelum melamar. Yukerja.com bukan pemberi kerja — lamaran diproses di situs sumber resmi.
Kualifikasi
Minimal lulusan SMA/SMK sederajat.
Memiliki pengalaman minimal 1 tahun sebagai Surveyor Container, Container Inspector, Equipment Inspector, atau posisi serupa.
Diutamakan memiliki pengalaman bekerja di depo container, terminal peti kemas, pelabuhan, shipping line, perusahaan logistik, atau industri kepelabuhanan.
Memahami standar inspeksi kondisi container, identifikasi kerusakan (damage), serta klasifikasi kelayakan container.
Mampu mengidentifikasi kerusakan pada struktur container seperti lantai, dinding, atap, pintu, corner casting, locking system, dan komponen lainnya.
Mampu mengoperasikan Microsoft Office, terutama Microsoft Excel.
Memiliki kemampuan dokumentasi dan pembuatan laporan inspeksi yang baik.
Teliti, memiliki kemampuan analisis, serta mampu bekerja secara detail.
Mampu bekerja di lapangan dan berkoordinasi dengan berbagai tim operasional.
Bersedia bekerja dengan sistem shift.
Tanggung Jawab
Melakukan inspeksi visual terhadap kondisi fisik container, meliputi atap, lantai, dinding, pintu, seal, dan komponen lainnya untuk mengidentifikasi kerusakan atau anomali.
Menentukan status kelayakan container (Available/Ready atau Damage) berdasarkan standar operasional perusahaan.
Melakukan dokumentasi kerusakan container melalui pengambilan foto sebagai bukti pendukung proses klaim maupun estimasi perbaikan.
Membuat laporan hasil inspeksi (EIR/Physical Report) secara akurat dan tepat waktu.
Berkoordinasi dengan Admin Depo, Kerani, dan tim operasional terkait penempatan serta relokasi container yang mengalami kerusakan ke area repair.
Melakukan verifikasi kondisi container setelah proses perbaikan sebelum dinyatakan layak digunakan kembali.
Memastikan seluruh data inspeksi, dokumentasi, dan laporan kerusakan terdokumentasi dengan baik.
Memastikan proses inspeksi dilakukan sesuai standar keselamatan kerja (K3) dan prosedur operasional perusahaan.