Job Description
Full details about the role and requirements
Yukerja Summary
The SITE MANAGER PROYEK KONSTRUKSI role at Hana Huberta is curated from JobStreet (category Teknologi & IT). Note the work location (Jakarta) before applying. Yukerja.com is not the employer — applications are handled on the official source site.
Kualifikasi
Pendidikan minimal S1 Teknik Sipil.
Pengalaman minimal 8–10 tahun di proyek konstruksi gedung, infrastruktur, atau industri.
Minimal 5 tahun menjabat sebagai Site Manager atau Project Manager.
Memiliki pengalaman memimpin proyek konstruksi dengan nilai minimal Rp50 miliar.
Memahami manajemen proyek, scheduling, pengendalian biaya, QA/QC, serta penerapan SMK3.
Menguasai pembacaan gambar kerja, RAB, RAP, BOQ, Kurva S, cash flow proyek, dan metode pelaksanaan.
Mampu menggunakan Microsoft Project atau Primavera P6, AutoCAD, serta Microsoft Office.
Memiliki kemampuan leadership, negosiasi, problem solving, komunikasi, dan pengambilan keputusan yang baik.
Bersedia ditempatkan di seluruh lokasi proyek perusahaan.
Nilai Tambah
Memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) Konstruksi sesuai jenjang yang berlaku.
Memiliki pengalaman menangani proyek high-rise building, rumah sakit, hotel, data center, kawasan industri, atau proyek pemerintah/BUMN.
Terbiasa mengelola tim proyek dengan lebih dari 100 personel.
Tanggung Jawab Utama
Memimpin dan mengendalikan seluruh pelaksanaan proyek konstruksi di lapangan.
Memastikan pekerjaan berjalan sesuai gambar kerja, spesifikasi teknis, metode pelaksanaan, serta standar mutu yang telah ditetapkan.
Mengelola pencapaian target proyek meliputi waktu, biaya, mutu, dan keselamatan kerja (QCDS/HSE).
Menyusun, mengendalikan, dan mengevaluasi master schedule, time schedule, serta progres pekerjaan.
Mengoordinasikan seluruh tim proyek yang terdiri dari Site Engineer, Supervisor, QA/QC, HSE, Logistik, Mandor, dan Subkontraktor.
Mengawasi penggunaan material, alat, tenaga kerja, dan biaya proyek agar efisien sesuai anggaran.
Melakukan identifikasi risiko proyek serta mengambil tindakan korektif untuk menghindari keterlambatan dan pembengkakan biaya.
Memimpin rapat koordinasi dengan owner, konsultan pengawas, subkontraktor, dan pihak terkait lainnya.
Memastikan seluruh pekerjaan memenuhi persyaratan K3, regulasi pemerintah, dan standar perusahaan.
Menyusun laporan harian, mingguan, dan bulanan terkait progres fisik, keuangan, produktivitas, serta permasalahan proyek kepada manajemen.
Target Kinerja
Proyek selesai tepat waktu sesuai kontrak.
Tidak terjadi cost overrun yang signifikan.
Target mutu pekerjaan tercapai dengan tingkat defect minimal.
Zero fatality dan kepatuhan terhadap standar K3.
Kepuasan owner dan stakeholder terhadap pelaksanaan proyek.